Senin, 03 Oktober 2011

SAAT HITAM TERGURAT JELAS, PUTIH TIDAK SELAMANYA TENGGELAM (RESENSI BUKU ANTOLOGI DUA SISI SUSI)

oleh Meidhya Prasantya pada 03 Oktober 2011
Dua Sisi Susi
Judul Buku                   : Dua Sisi Susi (The Black and White Stories of Susianne van der Kraft’s Diary)
Pengarang                    : Donatus A. Nugroho, dkk
Penyunting                    : Reni Erina, dkk
Penerbit                        : UNIVERSAL NIKKO
                                      Puri Gading, Villa Besakih, Blok H-8,No. 09
                                      Jati Melati, Pondok Melati-Jakarta Timur
                                      Telp : (021) 91950950
Cetakan Pertama          : Juli 2011
Jumlah Halaman            : ii+314
ISBN                            : 978-602-95476-6-5
Harga Buku                  : Rp. 55.000

            Dua Sisi Susi, adalah buku yang berisikan kumpulan 21 cerpen horror dan misteri terbaik dari para penulis muda berbakat yang berhasil lolos dalam lomba yang diadakan oleh Universal Nikko yang bekerjasama dengan Akademi Fiksi Indonesia, dan grup Diskusi Fiksi, Menulis fiksi, Membaca Fiksi (Universal Nikko+Mayoko aikO) di facebook. Selain itu, Universal Nikko mengundang tiga penulis senior yaitu Donatus A. Nugroho, Fahri Aziza dan Erry Sofid untuk berpartisipasi menuliskan cerita pada buku ini.
Tokoh utama dalam cerita ini adalah seorang gadis yang bernama Susi yang digambarkan dalam dua karakter yang berbeda, putih dan hitam.
            Susi putih tergambar dalam cerpen yang berjudul Buku Harian Putih yang ditulis oleh El Eyra. Dalam cerita, Susi harus berjuang untuk mempersatukan dua buku harian yang memiliki kekuatan hitam dan putih yang mana kekuatan hitam tersebut telah berhasil memengaruhi saudara kembarnya sendiri.
            Sedangkan Susi hitam, digambarkan dengan sangat menarik oleh Loyenk Rap pada cerpennya yang berjudul Gaun Pengantin Hitam. Di sini, imajinasi dan konsentrasi pembaca dituntut lebih dalam lagi untuk memahami apa yang penulis ceritakan.
            Sebagian dari pembaca yang melihat buku ini hanya dari sisi judul, warna serta beberapa penjelasan yang tertulis pada cover buku, akan berasumsi bahwa buku ini sangat menyeramkan. Tapi sebenarnya, setelah membaca keseluruhan cerpen yang tersaji dalam buku ini, asumsi tersebut akan sirna. Tidak selamanya cerita horror dan misteri akan membuat kita ketakutan.
Secara keseluruhan, buku ini layak dibaca oleh semua umur. Namun, ada juga beberapa cerpen sedikit vulgar yang membutuhkan bimbingan dari orang tua jika anak-anaknya yang masih dibawah umur ingin membaca buku ini. Seperti cerpen yang ditulis oleh Otrans Sunarto “Tembang Hitam Gunung Gandul” yang menyebutkan adegan yang biasa dilakukan pasangan suami istri.
Selain cerpen, dalam buku ini juga terdapat Behind the Script penulisan Dua Sisi Susi oleh mereka yang karyanya tidak lolos seleksi.

Info Lomba : http://www.facebook.com/groups/212158505467096/doc/278732828809663/

0 komentar:

Posting Komentar