Kamis, 29 September 2011

JANGAN ABAIKAN RADANG TENGGOROKAN

NYERI tenggorokan cenderung diabaikan. Padahal jika dibiarkan berlarut-larut, radang ini bisa memicu munculnya penyakit lain.

Hampir semua orang pernah mengalami nyeri tenggorokan. Namun, belum banyak yang mau memeriksakan diri ke dokter sebelum nyeri tenggorokannya menjadi lebih parah. Bahkan, mereka biasanya baru pergi ke dokter saat radang parah, nyaris tidak sanggup lagi menelan makanan.

Radang tenggorokan sesungguhnya bukanlah nama penyakit. Ia hanyalah gejala dari berbagai penyakit yang muncul. Dalam terminologi kesehatan, radang tenggorokan biasa disebut dengan sore throat atau faringitis.

Keluhan yang muncul bervariasi, dari sekadar rasa gatal di tenggorokan sampai nyeri berat sehingga menelan ludah pun terasa menyakitkan. Tidak sampai di situ saja, stres dan kerja berlebihan dapat memperlemah sistem pertahanan tubuh dan memicu infeksi tenggorokan. Penyebab radang atau sore throat bermacam-macam. Bisa karena infeksi virus, infeksi bakteri, hingga alergi dan iritasi.

Seluruhnya dapat ditularkan melalui ludah, yang keluar saat batuk,atau yang terdapat pada tangan atau barang pribadi penderita infeksi. Rata-rata masa inkubasi radang tenggorokan antara dua hingga lima hari. Namun bila disebabkan virus, masa inkubasinya berkisar antara tiga hari hingga dua minggu.

Infeksi yang disebabkan virus influenza bersifat menular dan sangat mudah tersebar. Pada kondisi ini, peradangan berlangsung sekitar tiga sampai sepuluh hari. Umumnya, peradangan terasa lebih berat pada pagi hari dan akan membaik seiring berjalannya hari.

Biasanya disertai rasa lemas, menurunnya nafsu makan, demam, dan batuk. Sakit tenggorokan juga ditemukan pada infeksi virus lainnya seperti bisul dan campak. Tubuh memerlukan satu minggu untuk membangun antibodi untuk menghancurkan virus-virus tersebut.

Infeksi mononucleosis, atau yang umumnya disebut Mono disebabkan virus Epstein Barr,dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.Virus ini memengaruhi sistem limpa sehingga menyebabkan pembesaran pada amandel dan muncul bercak putih pada permukaannya. Selain itu, juga terjadi pembengkakan pada pembuluh di leher.

"Infeksi seperti ini biasanya menimbulkan sakit tenggorokan yang parah, sehingga membuat si penderita kesulitan bernapas. Virus ini juga menyebabkan kelelahan luar biasa yang dapat berlangsung lebih dari enam minggu," kata Spesialis THT Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Widodo AS.

Dia mengatakan, terkadang virus ini juga menyerang hati dan menyebabkan sakit kuning. Walaupun Mono diberi nama panggilan Kissing Disease, ia tidak hanya bisa ditularkan melalui ludah.

Penularan juga dapat terjadi dari mulut ke tangan, kemudian dari tangan ke mulut atau dari penggunaan handuk atau alat-alat makan bersama.

Untuk bakteri, yang paling umum dan paling serius dalam hal komplikasi adalah grup A betahemolitis streptococcus. Bakteri ini menyebabkan penyakit strep throat dan diasosiasikan dengan kerusakan klep di jantung (demam rematik) dan ginjal (nephritis), tonsillitis, radang paru, sinusitis, dan infeksi telinga. Penyebab sakit tenggorokan yang lain adalah laryngo-pharyngeal reflux (LPR).

Penderita biasanya mengalami sakit di tenggorokan pada pagi hari saat asam lambung naik ke atas dan masuk bagian belakang tenggorokan.

"Pada tenggorokan terasa ada benjolan dan berasa asam. Penderita sering mengeluarkan dahak untuk membersihkan tenggorokan," katanya.

Selain itu, sore throat juga dapat disebabkan kebiasaan bernapas melalui mulut, alergi, terperangkapnya benda asing seperti tulang ikan di tenggorokan, polusi udara, minuman beralkohol, atau rokok. Panas yang kering saat musim dingin dan bernapas melalui mulut yang disebabkan penyumbatan hidung yang kronis juga menyebabkan tenggorokan kering dan sakit.

"Dari berbagai penyebab tersebut, penyebab tersering adalah infeksi virus. Adapun bakteri yang paling sering menyebabkan radang tenggorokan adalah bakteri streptococcus sekitar 15-30 persen kasus," tambahnya.

Pada sebagian besar kasus, keluhan ini akan mereda dengan sendirinya. Untuk membantu meringankan rasa sakit, dokter biasanya memberikan obat yang bersifat pain reliever. Misalnya asetaminofen (parasetamol) atau ibuprofen yang dapat membantu mengatasi rasa sakit dan demam. Berkumur dengan air garam hangat juga bisa membantu. Bisa juga dengan obat kumur anestetik (Anesthetic throat gargle).
(Koran SI/Koran SI/nsa)

Jumat, 23 September 2011

JUM'AT CENDOL: NONFIKSI? PERLUKAH UNTUK MENULIS FIKSI?

Selamat sore, Cendolers.

Penulis yang berhasil adalah mereka yang memiliki tingkat kepekaan tinggi terhadap getaran yang terjadi di sekitarnya. Sebagian mengolahnya menjadi tulisan fiksi, sebagian lagi menerjemahkannya menjadi tulisan nonfiksi.

Menulis membawa kita pada banyak pilihan. Kita bisa bekerja di kancah jurnalistik, menulis novel, membagi inspirasi gaya hidup, mendapat kesempatan menulis biografi tokoh ternama, atau menghasilkan skenario ratusan episode sinetron dan film layar lebar.

Sekali-kali, yuk, coba latih kepekaan menulismu dengan tulisan nonfiksi.

Fiksi vs nonfiksi
Tulisan nonfiksi mengutamakan fakta, tidak dibumbui imajinasi atau rekaan penulis.  Penyampaian fakta memenuhi unsur-unsur 5W1H (What, Who, When, Where, Why, How). Pembaca juga tidak perlu mengartikan simbolisasi atau metafora pesan seperti yang terjadi pada cerita fiksi.

Bukan berarti tulisan nofiksi terasa kering dan selalu bergaya laporan kaku. Tulisan nonfiksi juga memiliki jiwa, memakai estetika, memerlukan sentuhan filmis dan deksripsi yang dinamis, dan menyertakan rasa. Tulisanmu harus bisa menginspirasi dan menyentuh hati pembaca.

Kebiasaan menulis fiksi akan mempermudah kamu mengarahkan hati dan pikiran untuk membentuk aneka rupa keindahan dalam tulisan nonfiksi. Dan kebiasaan menulis nonfiksi akan membantu kamu menggambarkan hal-hal nyata dalam pekerjaan menulis karya fiksi. Keduanya saling menguatkan.

Apa saja yang disebut tulisan nonfiksi?
Artikel, esai, opini, memoar atau kesaksian,biografi, jurnal (pendapat), resensi buku, skripsi, berita, laporan perjalanan, profil.

Bagaimana memilih topik dan menyiapkan tulisan nonfiksi?
Mengamati, menilai, dan memiliki usul.

                Setelah itu, catat, renungkan, buat kerangka tulisan, nyalakan komputer, dan mulailah menulis. Perluas wawasan dalam prosesnya. Banyak membaca, mengasah hati, melatih kepekaan, dan mencatat kembali adalah modal dasar kita.

Bagaimana menyuntikkan rasa dalam tulisan nonfiksi?
                Kemampuan mengolah rasa akan semakin tajam bila kita berinteraksi dengan manusia, bersentuhan dengan berbagai peristiwa, dan bergumul dengan aneka persoalan manusia.

                Jadi, jangan hanya mencatat. Sertakan hati kamu saat melakukan wawancara dan mengamati kejadian di sekitarmu.

Tip:
  1. Rahasia utama: Motivasi dan disiplin.  Jangan beri jeda waktu terlalu lama untuk mulai menulis dan ingat kembali apa motivasi kamu untuk menulis.
  2. Keep It Simple and Short. Usahakan untuk menulis kalimat-kalimat pendek.
  3. Usahakan untuk membuat lebih banyak titik daripada koma. Manfaatkan tanda koma dengan efektif, karena bila salah penempatan, pembaca akan keliru menafsirkan tulisanmu.
  4. Langsung masuk ke konflik. Lupakan deskripsi yang bertele-tele.
  5. Selesaikan satu paragraf, lalu revisi. Jangan terus menerus melakukan revisi untuk setiap kalimat yang kamu buat.
  6. Jangan egois. Buang data yang tidak perlu dalam tulisan. Tulisan untuk majalah atau koran telah ditentukan panjang dan sudut pandangnya. Namun, jangan pernah membuang bahan-bahan yang kamu kumpulkan tersebut. Suatu saat, kamu pasti akan membutuhkannya.
  7. Jangan penah menipu pembaca dengan judul.
  8. Nikmati proses menulis. Gunakan bahasa populer. Pembaca harus merasa intim dengan tulisanmu. Tulisanmu harus bisa menyentuh hati pembaca.
  9. Terima kritik dengan pikiran dan hati terbuka. Ini akan memperkaya wawasan dan kemampuan menulis pun akan jadi lebih baik.
  10. Jangan jadikan beban. Menulis bukan sesuatu yang sakral. Menulis adalah kebutuhan kita, seperti kita perlu makan dan minum. Ringankan hati dan buatlah tulisan yang luar biasa.

Selamat bereksplorasi dan salam kreatif.